Category Archives: Fiksi Sejarah

Taiko

Judul Taiko
No. ISBN 979220492X
Penulis Eiji Yoshikawa
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit Oktober – 2003
Jumlah Halaman 1142
Dimensi(L x P) 160x240mm
Kategori Sejarah Fiksi
Text Bahasa Indonesia ·

SINOPSIS BUKU – Taiko

Dalam pergolakan menjelang dekade abad keenam belas, Kekaisaran Jepang menggeliat dalam kekacau-balauan ketika keshogunan tercerai-berai dan panglima-panglima perang musuh berusaha merebut kemenangan. Benteng-benteng dirusak, desa-desa dijarah, ladang-ladang dibakar. Di tengah-tengah penghancuran ini, muncul tiga orang yang bercita-cita mempersatukan bangsa. Nobunaga yang ekstrem, penuh karisma, namun brutal; leyasu yang tenang, berhati-hati, bijaksana, berani di medan perang, dan dewasa. Namun kunci dari tiga serangkai ini adalah Hideyoshi, si kurus berwajah monyet yang secara tak terduga menjadi juru selamat bagi negeri porak-poranda ini. Ia Lahir sebagai anak petani, menghadapi dunia tanpa bekal apa pun, namun kecerdasannya berhasil mengubah pelayan-pelayan yang ragu-ragu menjadi setia, saingan menjadi teman, dan musuh menjadi sekutu. Pengertiannya yang mendalam terhadap sifat dasar manusia telah membuka kunci pintu-pintu gerbang benteng, membuka pikiran orang-orang, dan memikat hati para wanita. Dari seorang pembawa sandal, ia akhirnya, menjadi Taiko, penguasa mutlak Kekaisaran Jepang. Taiko merupakan karya besar Eiji Yoshikawa, penulis bestseller internasional, yang berisi pawai sejarah dan kekerasan, pengkhianatan dan pengorbanan diri, kelembutan dan kekejaman. Sebuah epik yang menggambarkan kebangkitan feodal Jepang secara nyata.

Merapi Omahku

Merapi Omahku
oleh: Elizabeth Inandiak & Heri Dono
Penerbit : Babad Alasa (Nalar)
Edisi : Soft Cover
ISBN-13 : 9789791801546
Tgl Penerbitan : 2011-03-07
Bahasa : Indonesia
Halaman : 92Sinopsis Buku:
Merapi Omahku membeberkan mitos Beringn Putih, kisah persahabatan antara manusia dan alam yang diuji lewat godaan dan pengorbanan. Mitos itu bukan sekadar dongeng. Bumi Merapi adalah rahim, rumah dan kafan. Buku ini merupakan kerjasama dua tokoh terkenal: Elizabeth Inandiak, penulis Centhini, dan Heri Dono, perupa dengan reputasi internasional. Read the rest of this entry

Gajah Mada #3: Hamukti Palapa

Judul Gajah Mada #3: Hamukti Palapa (Soft Cover)
No. ISBN 9793303166
Penulis Langit Kresna Hariadi
Penerbit Tiga Serangkai
Tanggal terbit 2006
Jumlah Halaman 694
Jenis Cover Soft Cover
Dimensi(L x P) 140x210mm

SINOPSIS BUKU

“Untuk Mewujudkan keinginanku atas Majapahit yang besar.” ucap Gajah Mada dengan suara amat lantang. “Untuk mewujudkan mimpi kita semua, aku bersumpah akan menjauhi hamukti wiwaha sebelum cita-citaku dan cita-cita kita bersama itu terwujud. Aku tidak akan bersenang-senang dahulu. Aku akan tetap berprihatin dalam puasa tanpa ujung semata-mata demi kebesaran Majapahit. Aku bersumpah untuk tidak beristirahat. Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjugpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasek, samana ingsun amukti palapa.” Senyap pendapa Bale Manguntur mendengar sumpah yang disaksikan matahari yang panas menggila. Semua orang masih terpesona pada jejak sumpah mengerikan yang diucapkan Gajah Mada. Sumpah itu memang layak disebut mengerikan. Entah dengan cara bagaimana Gajah Mada bisa menanggungnya. Sumpah itu terlampau mengerikan bagi sahabat Gajah Mada karena betapa keras kerja yang harus dilakukan untuk mewujudkannya. *** “Novel sejarah ini disajikan dengan sangat menarik, tidak hanya terpaku pada biografi Gajah Mada tetapi secara komprehensif juga menggambarkan situasi yang berkembang pada zaman Majapahit.” – A. Adaby Darban. Ketua Jurusan Ilmu Sejarah UGM

Resensi:
Keta, Sadeng, dan Sumpah “Hamukti Lara Lapa”
oleh: Bahtiar HS Read the rest of this entry

Gajah Mada #2: Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara

Judul Gajah Mada #2: Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara
No. ISBN 9793301902
Penulis Langit Kresna Hariadi
Penerbit Tiga Serangkai
Tanggal terbit 2006
Jumlah Halaman 508
Jenis Cover Soft Cover
Dimensi(L x P) 140x210mm
Kategori Sejarah Fiksi

SINOPSIS BUKU – Gajah Mada #2: Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara

“Bagaskara Manjer Kawuryan? Siapakah orang yang mencoba bermain-main denganku menggunakan nama yang semestinya terkubur bersama kematian X?” Gajah Mada meletupkan rasa penasarannya dalam hati. Sembilan tahun sejak pemberontakan Ra Kuti, baru diketahui orang yang berada di balik nama itu adalah X. Setelah X mati, kini tiba-tiba ada orang lain yang menggunakan nama itu. Pemahaman terhadap kata sandi Bagaskara Manjer Kawuryan sangat terbatas dan nyaris terkubur oleh waktu yang telah bergerak sembilan tahun lamanya. Namun, ternyata di luar sana, entah siapa, setidaknya ada orang yang tahu makna kata sandi itu. Di balik penampilannya yang aneh, menunggang kuda putih, mengenakan jubah berwarna putih, dan menyembunyikan wajah di balik topeng, orang itu mengetahui banyak hal, mengetahui adanya kata sandi Bagaskara Manjer Kawuryan. *** “Buku ini punya kekuatan yang sangat menjebak, menyajikan permintaan yang mengejut, Saya berpendapat semua kalangan dari berbagai disiplin ilmu layak membacanya.” – Prof. Dr. Mulhoto, M.Pd. Guru Besar Sejarah Indonesia UNS

Resensi:
Perseteruan Dua Kekuatan di Balik Takhta yang Kosong
oleh Bahtiar HS Read the rest of this entry

Seri Gajah Mada: Gajah Mada 1

Seri Gajah Mada: Gajah Mada 1
Penulis: Langit Kresna Hariadi
Penerbit: Tiga Serangkai Solo
Cetakan #4: 2006
Tebal: 582 hal + x

Gajah Mada telah mendapat informasi penting tentang akan adanya makar. Telik sandi tak dikenal terus menyalurkan beberapa keterangan penting dengan menggunakan kata sendi hingga Gajah Mada dan pasukan Bhayangkaranya yang hanya berjumlah tak lebih dari dua puluh orang, berhasil menyelamatkan Raja yang terus diburu. Gajah Mada harus menyelamatkan Jayanegara hingga ke Bedander (Bojonegoro). Gajah Mada dan pasukan Bhayangkara selanjutnya menyerang balik dan berhasil mengjungkalkan Ra Kuti dari dhampar yang bukan haknya

Resensi:
“Misteri di Balik Pemberontakan Ra Kuti”
oleh:
Bahtiar HS

Lintang kemukus beberapa kali muncul di langit Majapahit. Dan kini, kabut
tebal seperti menyelimuti segenap sudut kotaraja Wilwatikta. Orang-orang
bertanya, peristiwa besar apa yang akan terjadi esok hari? Ingatan mereka
melayang pada pertempuran Ken Arok dari Tumapel dengan Kertajaya dari
kerajaan Kediri. Kertajaya tumpas. Juga ketika Singasari, kerajaan yang
dengan susah-payah dibangun Ken Arok dihancurkan oleh Jayakatwang dari
Kediri. Kertanegara, raja Singasari saat itu pun, tapis. Juga hal serupa
terjadi ketika malam menjelang kematian Ken Dedes, seorang permaisuri
Tumapel dan Singasari yang dari rahimnya dilahirkan raja-raja Jawa.

Read the rest of this entry

Nur Jahan: The Queen of Mughal

Nur Jahan: The Queen of Mughal

Rilis : 2002
Judul Nur Jahan the Queen of Mughal
Penulis Indu Sundaresan
Penerbit Qanita
Tanggal terbit April – 2011
Jumlah Halaman 710
Jenis Cover Soft Cover
Kategori Sejarah Fiksi

Sinopsis-

Disadur dari: http://lemari-buku-ku.blogspot.com/2008/06/nur-jahan-queen-of-mughal.html#

Setelah 17 tahun, mimpinya jadi kenyataan, Mehrunnisa menjadi istri Sultan Jahangir ke dua puluh dan yang terakhir. Pernikahan ini benar-benar berdasarkan cinta, tidak dicampuri oleh urusan politik. Karena tidak ada darah ningrat dalam diri Mehrunnisa yang akan membawa keuntungan bagi Kesultanan Mughal.

Tapi, ternyata hal ini tidaklah cukup bagi Mehrunnisa, yang kemudian diberi gelar Nur Jahan – Cahaya Dunia – oleh Sultan Jahangir. Ambisi masa kecilnya untuk menjadi seorang ratu, berkembang menjadi ambisi untuk menguasai kedudukan yang lebih tinggi sejauh yang diperkenankan sang Sultan. Nur Jahan ingin menjadi wanita nomer satu di dalam zenana, yang berarti menggeser kedudukan Ratu Jagat Gosini sebagai Padshah Begam.

Read the rest of this entry

Mehrunnisa the Twentieth Wife

Judul : Mehrunnisa the Twentieth Wife
Pengarang : Indu Sundaresan
Penerbit : hikmah
Tahun terbit : 2008
Cetakan : ke-1
Sinopsis

Ternyata dalam hal urusan cerita cinta, India gak hanya punya cerita tentang ‘Taj Mahal’. Di buku ini, adalah kisah cinta orang tua pasangan Mumtaz Mahal dan Shah Jahan.

Mehrunnisa hampir saja kehilangan orang tua kandungnya yang merasa tak sanggup merawatnya karena kemiskinan yang mereka derita. Ghias Beg adalah bangsawan asal Persia yang melarikan diri karena terlilit hutang di negaranya sendiri. Bersama anak-anaknya dan istri yang sedang hamil tua, ia berniat mencari kehidupan baru di India. Untung saja, ia bertemu dengan orang yang baik yang berniat menjadi orang tua angkat Mehrunissa.

Keluarga Ghias Beg pun akhirnya tiba di India dan keberuntungan segera berpihak pada Ghias Beg yang mendapat kepercayaan dari Sultan Akbar yang bijak. Sejak kecil, Mehrunnisa sudah ‘terobsesi’ untuk menjadi seorang putri. Ia ingin menjadi permaisuri bagi Pangeran Salim, sang Putra Mahkota.

Read the rest of this entry

Senopati Pamungkas #2

Judul Senopati Pamungkas #2
ISBN / EAN 9792204261 / 9792204261
Author Arswendo Atmowiloto
Publisher Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Publish 17 Maret 2004
Pages 1612
Weight 2117 gram
Dimension (mm) 170 x 240

SINOPSIS
Baginda Raja Sri Kertanegara membawa Keraton Singasari ke puncak kejayaan yang tiada taranya pada awal sejarah keemasan. Pasukan Tartar yang berhasil menaklukkan dunia dipecundangi. Umbul-umbul berlambang singa berkibar ke seberang lautan.Idenya mendirikan Ksatria Pingitan, semacam asrama yang mendidik para prajurit sejak usia dini, menghasilkan banyak ksatria. Di antaranya Upasara Wulung, yang sepanjang usianya dihabiskan di situ.Upasara Wulung terlibat dalam intrik Keraton, perebutan kekuasaan, pengkhianatan, keculasan, terseret arus jago-jago kelas utama: mulai dari Tartar di negeri Cina, Pu’un Banten, puncak gunung, dengan segala ilmu yang aneh. Juga lintasan asmara yang menggeletarkan.Ilmu segala ilmu itu adalah Tepukan Satu Tangan, di mana satu tangan lebih terdengar daripada dua tangan. Di banyak negara diberi nama berbeda, tetapi intinya sama. Pasrah diri secara total.Diangkat sebagai senopati oleh Raden Wijaya, yang mendirikan Majapahit dengan satu tekad: “Seorang brahmana yang suci bisa bersemadi, tetapi seorang ksatria mempunyai tugas bertempur, membela tanah kelahiran.”

Senopati Pamungkas #1

Judul Senopati Pamungkas #1
ISBN / EAN 9792204253 / 9792204253
Author Arswendo Atmowiloto
Publisher Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Publish 07 Agustus 2003
Pages 1120
Weight 200 gram
Dimension (mm) 160 x 240

Sinopsis:

Baginda Raja Sri Kertanegara membawa Keraton Singasari ke puncak kejayaan yang tiada taranya pada awal sejarah keemasan. Pasukan Tartar yang berhasil menaklukkan dunia dipecundangi. Umbul-umbul berlambang singa berkibar ke seberang lautan.Idenya mendirikan Ksatria Pingitan, semacam asrama yang mendidik para prajurit sejak usia dini, menghasilkan banyak ksatria. Di antaranya Upasara Wulung, yang sepanjang usianya dihabiskan di situ.Upasara Wulung terlibat dalam intrik Keraton, perebutan kekuasaan, pengkhianatan, keculasan, terseret arus jago-jago kelas utama: mulai dari Tartar di negeri Cina, Pu?un Banten, puncak gunung, dengan segala ilmu yang aneh. Juga lintasan asmara yang menggeletarkan.Ilmu segala ilmu itu adalah Tepukan Satu Tangan, di mana satu tangan lebih terdengar daripada dua tangan. Di banyak negara diberi nama berbeda, tetapi intinya sama. Pasrah diri secara total.

Diangkat sebagai senopati oleh Raden Wijaya, yang mendirikan Majapahit dengan satu tekad: ?Seorang brahmana yang suci bisa bersemadi, tetapi seorang ksatria mempunyai tugas bertempur, membela tanah kelahiran.?

Nagasasra dan Sabuk Inten 1

Judul: Nagasasra dan Sabuk Inten 1
Penulis: S.H. Mintardja

Kyai Nagasasra mempunyai watak disuyudi oleh kawula, dicintai dan disegani oleh rakyat. Dengan demikian ia akan memiliki segala unsur sifat-sifat kepemimpinan. Sifat-sifat yang demikian memang seharusnya dimiliki oleh setiap pemimpin. Pancaran dari cinta kasih Tuhan, peri kemanusiaan, memberi perlindungan kepada orang yang kehujanan dan kepanasan, memberi makanan kepada orang yang kelaparan, memberi pakaian kepada orang yang telanjang, memberi tuntunan bagi yang kehilangan jalan.

Kyai Sabuk Inten memberi watak seperti lautan. Luas tanpa tepi. Menampung segala arus sungai dari manapun datangnya. Mampu menerima banjir yang bagaimanapun besarnya namun gelombangnya dapat menunjukan kedahsyatan dan kesediaan bergerak dan bahkan selalu bergerak. Watak yang demikianlah yang memungkinkan seseorang dapat menemukan yang belum pernah diketemukan. Dan karenanyalah kesejahteraan rakyat dapat dijamin. Kesejahteraan lahir dan batin.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.