Escape Over The Himalayas

Escape Over The Himalayas

Escape Over The Himalayas
Pengarang : Maria Blumencron
List Price : Rp 50.000
Penerbit : Imania ( Mizan Group)
Edisi : Soft Cover
ISBN-13 : 9786029560701
Tgl Penerbitan : 2009-10-23
Bahasa : Indonesia
Halaman : 336
Ukuran : 310x205x0

Sinopsis:
“Betapa sulitnya berjalan terus-menerus sepanjang waktu. Aku lebih takut tentara Cina ketimbang dinginnya salju dan terkaman hewan-hewan buas. Bersama-sama kami berjuang melintasi tinggi pegunungan, jalan-jalan setapak yang terjal dan sungai yang dalam. Sepanjang hari aku memikirkan ibuku…” Chime, 8 tahun

Untuk bisa belajar dengan nyaman dan merdeka di Sekolah Dalai Lama, enam bocah Suku Tibet harus berjalan kaki menyusuri Pegunungan Himalaya (± 6.000 meter). Mereka adalah Pema (7), Chime (10), Dolkar (6), Dhonup (8), Tamding (10) dan Lhakpa (10).

Selama 14 hari, dengan peralatan seadanya, sepatu ket tipis dan bekal makanan secukupnya, bocah-bocah berpostur kecil dan ringkih itu berangkat menempuh perjalanan yang sangat melelahkan. Mereka mesti berpisah dari orang tua mereka. Tak jarang, mereka menghadapi tantangan fisik yang sedemikian berat agar sampai di Dharamsala, India Utara.

Sebagian dari mereka ada yang nyaris menyerah untuk melanjutkan perjalanan; berjuang keras melawan badai salju, rasa lapar yang hebat, dan keletihan yang tak terbayangkan. Bahkan, sebagian besar anak-anak seusia mereka tak bisa kembali dan bersua dengan orang tua mereka.

Kisah nyata yang mengoyak hati! Escape Over the Himalayas mengungkapkan kesaksian atas semangat dan keteguhan anak-anak Suku Tibet yang menakjubkan!

RESENSI: Escape Over The Himalayas
Sumber: http://equilibrium.fe.ugm.ac.id/Resensi/escape-over-the-himalayas.php

“Betapa sulitnya berjalan terus-menerus sepanjang waktu. Aku lebih takut dengan tentara Cina dari pada salju dan hewan buas. Bersama-sama kami berjuang melangkah kaki melintasi pegunungan yang tinggi, jalan-jalan setapak yang terjal dan sungai yang dalam. Kami rindu Ibu, andaikan tangan mereka ada di sini sekarang” (Chime, 8 Tahun).

Escape Over The Himalayas. Novel yang diangkat dari kisah nyata yang menceritakan mengenai kehidupan anak-anak Tibet semenjak berada di bawah kekuasaan pemerintah Cina pada tahun 1959 silam. Penulis yang juga seorang pembuat film dokumenter menceritakan secara brutal mengenai kisah perjalanan anak-anak Tibet menuju Dharamsala, India untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Novel ini juga menceritakan mengenai cerita kehidupan anak-anak Tibet yang hidup dalam kemiskinan dan serba kekurangan sehingga mereka harus melakukan perjalanan jauh yang penuh penuh dengan rintangan berbahaya melewati pegunungan Himalaya.

Kualitas pendidikan anak-anak Tibet yang sangat rendah dan kehidupan masyarakat Tibet yang miskin secara ekonomi tidak lain karena kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Cina selaku penguasa yang terkesan di luar batas kewajaran. Mayoritas anak-anak Tibet yang tidak dapat berbahasa Cina diharuskan bersekolah dengan menggunakan bahasa Cina oleh guru-guru mereka yang notabennya adalah orang-orang Cina, sehingga mereka tidak pernah mengerti tentang apa yang diajarkan di sekolah-sekolah mereka. Pendidikan yang rendah memaksa orang-orang Tibet untuk bekerja sebagai penggarap ladang atau peternak-peternak kecil yang terkadang ladang dan ternak-ternak mereka tidak terurus ketika pemerintah Cina memaksa laki-laki Tibet termasuk para penggarap ladang dan peternak untuk membangun jalan. Pajak yang sangat tinggi juga diterapkan oleh pemerintah Cina kepada seluruh keluarga di Tibet yang memiliki anak lebih dari dua, sehingga mereka harus membayar pajak kepada pemerintah Cina untuk anak ketiga dan seterusnya. Akses terhadap dunia luar pun sangat dibatasi oleh pemerintah Cina, sehingga fasilitas yang ada di negeri tersebut sangatlah minim.

Cara satu-satunya yang dapat dilakukan oleh seluruh keluarga di negeri Tibet agar anak-anak mereka dapat memperoleh kehidupan serta pendidikan yang layak dan lebih baik adalah dengan mengirim anak-anak mereka kepengungsian kepada Dalai Lama di Dharamsala, walau mereka harus berpisah dan khawatir karena sebagian besar dari keluarga-keluarga tersebut tidak akan bertemu kembali dengan anak-anak mereka yang dikirim ke Dharmsala dalam waktu yang cukup lama atau bahkan untuk selamanya.

Perjalanan jauh dari Tibet menuju Dharmsala itu dilalui dengan berjalan kaki melewati pegunungan Himalaya yang begitu dingin dengan perlengkapan seadanya oleh sekumpulan orang yang terdiri dari anak-anak dan para biksu muda yang sedang dalam pelarian karena kejaran tentara Cina serta didampingi oleh seorang pemandu bayaran. Perjalanan ilegal ini mengharuskan mereka untuk selalu waspada terhadap kejaran para tentara Cina yang sedang berpatroli dan melakukan penangkapan kepada para pemberontak atau para tentara Nepal yang sedang bertugas di wilayah perbatasan. Tidak sedikit dari mereka yang tidak dapat melanjutkan perjalanan karena tertangkap oleh tentara-tentara Cina yang kemudian memenjarakan dan menyiksa mereka di dalam tahanan.

Buku ini menerangkan secara lugas perjuangan sekelompok anak : Pema (7), Chime (10), Dolkar (6), Dhonup (8), Tamding (10) dan Lhakpa (10). Selama 14 hari, yang dengan peralatan seadanya, sepatu ket tipis dan bekal makanan secukupnya, bocah-bocah berpostur kecil dan rapuh itu berangkat menempuh perjalanan yang sangat melelahkan. Sebagian dari mereka nyaris menyerah untuk melanjutkan perjalanan, berjuang keras melawan badai salju, rasa lapar yang hebat, dan keletihan yang tak terbayangkan. Bahkan, sebagian besar anak-anak seusia mereka tak bisa kembali dan bersua dengan orang tua mereka. Kisah nyata yang mengoyak hati! Escape Over the Himalayas mengungkapkan kesaksian atas semangat dan keteguhan anak-anak Suku Tibet yang menakjubkan dengan sudut pandang yang belum pernah ada sebelumnya, dari mata anak-anak yang berlari demi masa depan mereka.

About sulastama

Sulastama Raharja, Graduated from Geological Engineering, Gadjah Mada University. Development Geologist in Bekasap South AMT.

Posted on January 21, 2011, in Kisah Nyata, Maria Blumencron and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: