I’lamul Muwaqi’in Panduan Hukum Islam

Judul Asli : I’lam al-Muwaqqi’in ‘an Rabb al-Alamin
Penyusun : Ibnu Qayyim Al Jauziyah
Editor : Muhammad Abdus Salam Ibrahim
Edisi Indonesia: I’lamul Muwaqi’in Panduan Hukum Islam
Penerjemah: Asep Saefullah FM
Penerbit: PUSTAKA AZZAM
Cetakan: Pertama, November 2000

BUKU PERTAMA

  • Pendapat para ulama seputar perangkat pendukung fatwa dan syarat-syaratnya serta orang yang boleh memberikan fatwa
  • Haramnya memberikan fatwa dalam masalah agama berdasarkan ra’yu karena perbedaan nash dan ra’yu yang tidak memiliki dasar untuk diterima
  • Riwayat orang-orang terpercaya tentang penolakan ra’yu
  • Sebagian wisas para sahabat
  • Surat umar bin khaththab
  • Pembahasan seputar qiyas (analogi)
  • Pengaruh kalimat tauhid
  • Hukum syara’; penyamaan antara dua hal yang serupa
  • Hadits mua’dz bin jabal ketika diutus rasulullah ke yaman
  • Ketetapan hukum nabi daud dan nabi sulaiman apakan hukuman yang dikenakan kepada seorang penjahat harus sama dengan tindak kejahatannya?
  • Perbedaan pendapat seputar nash; apakan nash itu mencakup hukum sehala peristiwa
  • Istishhab dan pembagiannya
  • Kesalahan orang-orang yang berpegang teguh peada qiyas

BUKU KEDUA

  • Celaan terhadap emosi dan sabar dalam mencari kebenaran
  • Setiap individu memiliki tingkatan dalam beribadah kepada allah
  • Larangan memberi fatwa dalam masalah tanpa didasari ilmu
  • Uraian seputar taqlid
  • Larangan empat imam madzab untuk bertaqlid kepada mereka
  • Haramnya fatwa dan hukum agama yang bertentangan dengan al qur’an, gugurnya ijtihad dan taqlid saat datangnya al qur’an serta ijma’ ulama dalam hal tersebut

BUKU KETIGA

  • Perubahan dan perbedaan fatwa berdasarkan perubahan waktu, tempat, kondisi, niat serta sesuatu yang terjadi kemudian
  • Allah tidak menurunkan suatu keterangan untuk mentembah nama-nama yang dibuat-buat
  • Pemolehan hiyal bertentangan dengan prinsip saddudz-dzara’ikebanyakan siasat itu bertentangan dengan pijakan para imam mujtahid

BUKU KEEMPAT

  • Bolehnya mengikuti fatwa yang bersumber dari golngan salaf
  • Berbagai macam pertanyaan
  • Kewajiban perawi, mufti, hakim, dan saksi
  • Beberapa sikap yang harus dimiliki oleh seseorang yang menetapkan dirinya sebagai mufti
  • Beberapa perkataan imam ahmad tentang sifat-sifat seorang mufti
  • Empat macm mufti dan kedudukannya
  • Fatwa seorang hakim dan hukum farwanya
  • Beberapa kondisi dilarangnyamemberikan fatwa
  • Yang dilakukan seorang mufti jika kejadian serupa terulang lagi
  • Seluruh imam berpendapat berdasarkan hadits, jika benar, maka itulah madzhabnya
  • Apa yang dilakukan mufti dalam menjawab pertanyaan yang mengundang beberapa pengertian
  • Penanya bukan pengendali fatwa
  • Jika dua orang mufti berselisih
  • Fatwa rasulullah saw
Advertisements

About sulastama

Sulastama Raharja, Graduated from Geological Engineering, Gadjah Mada University.

Posted on January 30, 2011, in AGAMA, Ibnu Qayyim Al Jauziyah and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. A good post about Islam .. I am very happy to read it, because I’m continuing to learn about Islam

  2. karya mu’alim Ibnu Qayyim Al Jauziyah smestinya ada diantara tumpukkan buku dalam rak perpustakaan pribadi kita..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: