Sashenka

Judul : Sashenka
Penulis : Simon Montefiore
Penerjemah: Yantho Mustofa, Ida Rosdalina
Editor : Fathoni
Desain : Dadang Kusmana, Priyanto
Penerbit : Pustaka Alvabet
Cetakan : Pertama, Juni 2010
Tebal: xi + 635 halaman
SINOPSIS:

Terilhami kisah nyata, sejarawan Simon Montefiore menuturkan kisah epik Sashenka Zeitlin dalam novel yang amat memukau ini. Sashenka Zeitlin adalah bangsawan Yahudi Rusia yang tertangkap dalam kisah asmara revolusi dan kemudian dihancurkan oleh polisi rahasia Stalin. Sebelum itu, setahun menjelang Revolusi Bolshevik pecah pada 1917, Sashenka–kala itu masih remaja berusia 16 tahun–ditangkap polisi rahasia Tsar yang telah mengendus kegiatan subversifnya.

Bagian awal novel ini, ber-setting St. Petersburg 1916, menggambarkan bagaimana Sashenka, di bawah asuhan paman Bolsheviknya, menjadi seorang revolusioner idealis yang naif, yang terpesona dengan perannya sebagai kurir gerakan bawah tanah dan menolak latar belakang borjuisnya. Cerita bergulir ke Moskow tahun 1939, ketika Sashenka dan suaminya, seorang pejabat partai, berada di puncak kesuksesan dalam lingkaran politik. Hubungan asmara Sashenka dengan seorang penulis membuat dia ditangkap dan menghadapi tuntutan; dalam penggambaran yang hidup penyiksaan psikologis dan fisik, Sashenka dipaksa memilih antara keluarganya, kekasihnya, dan perjuangannya…

Kisah ini sungguh kompleks, dan kehidupan para tokohnya begitu gamblang di depan latar belakang yang seolah nyata. Kisah Sashenka tersembunyi selama setengah abad lebih, hingga seorang sejarawan muda berhasil menelusuri arsip pribadi Stalin dan menemukan hikayat menggugah tentang hasrat dan pengkhianatan, kekejaman dan heroisme, sejarah dan penyelamatan: perihal seorang perempuan yang terpaksa mengambil pilihan sulit.

ENDORSEMENT:

”Plot yang cerdas, pemilihan karakter yang hidup, dan tontonan yang segar…. Belokan-belokan plot yang berjalin-kelindan, kebetulan-kebetulan yang mengejutkan, perpisahan keluarga yang menguras airmata, dan semuanya menjadikan Sashenka membangkitkan ketagihan untuk membaca halaman demi halaman.”—Jane Shilling, Sunday Times

“Di era Generations of Winter dan Dr. Zhivago, suara-suara Rusia dalam rupa tragedi personal dari Vassily Aksyonov dan Boris Pasternak memang tampil menghebohkan; Sashenka menunjukkan kepada kita bahwa interlude Soviet dalam sejarah Rusia yang berdarah-darah masih cukup kaya untuk dinikmati pembaca abad ke-21.”—Barbara Conaty, Library Journal

“Sangat memikat. Sashenka adalah cerita detektif sejarah dengan sentuhan epik film Hollywood. Montefiore adalah penutur alami yang membawa pengetahuan ensiklopedisnya tentang sejarah Rusia ke dalam bahasa yang berkilau seperti es di St. Petersburg.”—Malina Watrous, Washington Post

”Montefiore sungguh hebat dalam menggambarkan Stalin sebagai tokoh yang kompleks, pecinta musik yang bertutur kata lembut, yang mampu berbuat iba dan kejam…. Potret menyentuh tentang orang-orang yang dinistakan penguasa dan terus mengabdi pada Soviet di masa Stalinisme.” —Dinitia Smith, New York Times

”Cerita yang membuat ketagihan ini menawarkan pandangan yang otoritatif tentang USSR di bawah Stalin dan, dalam karakter-karakter besarnya serta ambisi epiknya, membawa gema Tolstoy.” —Ros Gilfillan, Daily Mail

“Sangat menggugah. Perpaduan sempurna sejarah yang menyeluruh dan penuturan kisah halaman demi halaman, dengan karakter perempuan yang menakjubkan….” —Kate Mosse, pengarang bestseller dunia Labyrinth

“Dunia revolusi Rusia dan teror Stalin muncul begitu hidup dalam novel yang sangat dekat serta penuh atmosfer dan warna Rusia ini. Saya merasa seolah hidup dalam sebuah film epik.” —Edward Rutherford, penulis Sarum & Russka

“Cerita yang benar-benar… menggambarkan atmosfer suatu masa yang otentik. Sangat indah, sangat menggugah, sangat enak dibaca, dan sangat nyata.” —Joanne Harris, pengarang Chocolat

“Sangat mengharukan dan menggugah, klimaksnya tak terlupakan, menyentuh hati paling keras sekalipun.” —Jung Chang, pengarang Wild Swans

PENULIS:

Simon Sebag Montefiore, lahir pada 1965, adalah sejarawan terkemuka asal Inggris. Anggota Royal Society of Literature, sebuah organisasi kesusastraan tertua di Inggris, ini menekuni studi sejarah di Gonville & Caius College, Cambridge University.

Buah pikiran Montefiore mewujud dalam buku-buku bestseller dunia yang terbit dalam tiga puluh lima bahasa lebih. Tiga dari tujuh karyanya sukses memenangi, setidaknya menjadi nominasi, berbagai penghargaan bergengsi: Catherine the Great & Potemkin adalah nominator Samuel Johnson Prize, Duff Cooper Prize, dan Marsh Biography Prizes; Young Stalin memenangi Bruno Kreisky Prize, Costa Biography Prize, LA Times Book Prize, dan Le Grand Prix; sementara Stalin: the Court of the Red Tsar meraih History Book of the Year Prize versi British Book Awards.

Karya terbarunya, 101 World Heroes dan Monsters, adalah dua buku yang saling berseberangan dalam hal isi: yang pertama perihal tokoh pahlawan, dan yang kedua tentang tokoh jahat dalam sejarah. Selain mengekspose riwayat tokoh besar dalam sejarah, Montefiore juga menulis Jerusalem: the Biography, buku sejarah mengenai kota terpenting di Timur Tengah.

RESENSI
Novel Sejarah dengan Sentuhan Epik Sinema Hollywood

Sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=258768

Terilhami kisah nyata, sejarawan Simon Montefiore menuturkan epik Sashenka Zeitlin dalam novel yang amat memukau ini. Sashenka Zeitlin adalah bangsawan Yahudi Rusia yang tertangkap dalam drama asmara revolusi yang dihancurkan polisi rahasia Stalin.

Setahun menjelang Revolusi Bolshevik pecah pada 1917, Sashenka, yang kala itu masih remaja berusia 16 tahun, ditangkap aparat rahasia Tsar yang telah mengendus kegiatan subversifnya.

Bagian awal novel ini berlatar St Petersburg 1916. Menggambarkan bagaimana Sashenka, di bawah asuhan paman Bolshevik-nya, menjadi seorang revolusioner idealis yang naif, terpesona dengan perannya sebagai kurir gerakan bawah tanah, dan menolak latar belakang borjuisnya.

Cerita bergulir ke Moskow tahun 1939 ketika Sashenka dan suaminya, seorang pejabat partai, berada di puncak kesuksesan dalam lingkaran politik. Hubungan asmara Sashenka dengan seorang penulis membuat dia ditangkap. Parahnya lagi, saat ia terperangkap dalam penyiksaan psikologis dan fisik, Sashenka pun dipaksa memilih antara keluarga, kekasih, dan perjuangannya.

Kisah ini sungguh kompleks dan kehidupan para tokohnya begitu gamblang di depan latar belakang yang seolah-olah nyata.

Kisah Sashenka tersembunyi selama setengah abad lebih. Namun, seorang sejarawan muda berhasil menelusuri arsip pribadi Stalin dan menemukan hikayat menggugah tentang hasrat dan pengkhianatan, kekejaman dan heroisme, sejarah dan penyelamatan perihal seorang perempuan yang terpaksa mengambil pilihan sulit.

Plot yang cerdas, pemilihan karakter yang hidup, dan tontonan yang segar. Peta dramatis yang berjalin dengan kebetulan-kebetulan yang mengejutkan, perpisahan keluarga yang menguras air mata, dan semuanya menjadikan Sashenka membangkitkan ketagihan untuk membaca halaman demi halaman. Itulah resensi yang ditulis Sunday Times.

Inilah karya yang sangat memikat. Sashenka adalah cerita detektif sejarah dengan sentuhan epik film Hollywood. Montefiore adalah penutur alami yang membawa pengetahuan ensiklopedinya tentang sejarah Rusia ke dalam bahasa yang berkilau seperti es di St Petersburg. Demikianlah pujian dari Washington Post. (Yudhiarma/berbagai sumber)

Sashenka: Wanita Pahlawan Bernasib Tragis dari Rusia
Sumber: http://www.harianpelita.com/read/2769/17/resensi/sashenka–wanita-pahlawan-bernasib-tragis-dari-rusia/

Karl Marx pernah menulis bahwa sejarah itu berulang, pertama, sebagai tragedi; dan yang kedua, sebagai lelucon. Berdasarkan hal itu, menarik untuk mengatakan bahwa —seperti halnya sejarah— sejarawan juga kerap berulang, pertama, sebagai penulis biografi; kedua, sebagai novelis. Setelah menulis buku non-fiksi tentang pengadilan Stalin, dan kemudian biografi Stalin sendiri, Simon Sebag Montefiore, sejarawan terkemuka asal Inggris, menulis Sashenka, sebuah novel tentang kengerian dan horor yang ditimpakan Stalin terhadap satu keluarga. Di sini, Stalin muncul sebagai kombinasi meresahkan dari kehangatan pedesaan yang baik hati (wajah mirip oriental yang selalu tersenyum, memerah, dan suka menyanyikan lagu Georgia) dan kegilaan sedingin es.

Novel ini dibagi menjadi tiga bagian. Pada bagian pertama, yang berlangsung antara 1916 hingga 1917 di St Petersburg, Sashenka Zeitlin, seorang anak perempuan remaja dari seorang pemodal Yahudi kaya raya, direkrut ke dalam Partai Bolshevik. Dia ditangkap karena aktivismenya dan diburu oleh seorang pejabat Tsar, yang berupaya keras mengubahnya menjadi informan, tapi kemudian menyaksikan bahwa mimpi sang buruan terwujud ketika kelas penguasa lama disapu bersih oleh sebuah revolusi.

Pada bagian kedua dan bagian terpanjang dari novel ini, mengambil latar di Moskow pada 1939, Sashenka menikah dengan seorang pejabat senior partai komunis dan menjadi editor sebuah majalah bagi istri-istri proletarian. Mereka menikmati standar hidup yang menyenangkan. Apartemen di tengah kota dan rumah besar di pedesaan —yang ironisnya merupakan sesuatu yang dinikmati Sashenka ketika kecil dan yang dilawan ketika ia menjadi aktivis. Satu-satunya perbedaan yang ia hadapi kini adalah bahwa kabar burung atau bahkan desas-desus palsu dapat membahayakan hidupnya, dan dengan cepat dunia yang Sashenka bangun justru akan melawannya. Sashenka yang konservatif berselingkuh. Akibatnya, ia ditahan dan disiksa. Sebuah rentetan peristiwa yang menyebabkan dia kehilangan anak-anak kesayangannya, Snowy dan Carlo.

Pada bagian ketiga, mengambil latar pada 1994, seorang sejarawan muda diminta untuk menyelidiki arsip-arsip Soviet, dan kita pun akan menemukan apa yang akhirnya terjadi terhadap Sashenka dan keluarganya.

Sashenka adalah sebuah novel dengan banyak kualitas meskipun ini adalah karya fiksi pertama Montefiore. Montefiore telah membuktikan kualitas lain dari dirinya, yakni sebagai novelis. Tidaklah mengejutkan ketika kita menemukan detail-detail sejarah yang kuat. Yang justru mengesankan adalah bahwa penulis tidak pernah terjebak ke dalamnya: Montefiore menggunakan pengetahuannya akan sejarah sebagai alat untuk mencapai tujuan, bukan sebagai tujuan itu sendiri.

Penokohannya amat hebat, terutama tentu saja pada Sashenka. Ketika pertempuran antara keharusan untuk patuh melawan kebutuhan individu terjadi pada diri Sashenka, kita tergoda untuk menarik kesejajaran antara Sashenka dengan banyak karakter wanita tragis dalam kesusasteraan Rusia. Namun berkat kemahiran sang penulis, kita dapat menarik kesejajaran itu tanpa harus melupakan figur Sashenka. Dengan kecantikan dan karismanya, kelembutan kebangsawanannya yang melampaui batas-batas kelas atau kekayaan, dan idealismenya yang pada akhirnya malah mengorbankannya, Sashenka akan berhasil mendapatkan simpati pembaca, dan ketika dia dipaksa untuk berpisah dari anak-anaknya, kesedihan itu teramat mendalam dan sulit dihilangkan.

Namun, novel ini terasa terlalu bertele-tele terutama pada bagian tengah. Prosa yang disajikan Montefiore kaya dan menggugah tetapi telah memperlambat alur cerita dan kadang-kadang ketika suatu drama mensyaratkan alur cerita harus terus bergerak, kisah ini agak terhambat oleh deskripsi-deskripsi yang tidak perlu mengenai pakaian dan lingkungan sekitar. Bila terlalu sering digunakan, bahasa deskriptif secara paradoks malah mereduksi alih-alih menambah gambaran mental yang sedang pembaca bangun di dalam pikirannya.

Bagaimanapun, Sashenka tetaplah sebuah novel yang kuat, ilmiah, dan terstruktur dengan baik. Ia menghadirkan seorang pahlawan yang tetap hidup dalam pikiran pembaca saat kisah ini berakhir. [irman a | pusdok pelita]

About sulastama

Sulastama Raharja, Graduated from Geological Engineering, Gadjah Mada University. Development Geologist in Bekasap South AMT.

Posted on February 5, 2011, in Sastra, Simon Montefiore and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: