Monthly Archives: May 2011

Patria Es Humanidad: Cinta dan Pengorbanan Seorang Dokter

Patria Es Humanidad: Cinta dan Pengorbanan Seorang Dokter
oleh: Tracy Kidder
Penerbit : Qanita (Mizan Group)
Edisi : Soft Cover
ISBN : 9793269189
ISBN-13 : 9789793269184
Halaman : 652

Sinopsis Buku:
Gadis kecil yang memilih di tempat tidur dekat pintu itu baru saja tiba dengan ambulans keledai. Farmer lalu melakukan tes spina kepadanya, disaksikan dua dokter muda yang ikut memegang gadis itu. Urat-urat leher Farmer yang kurus tampak menonjol ketika dia menusukan jarum. Jeritan keras terdengar dari anak itu: “Life m mal, mwen grungcu!” Farmer mendongak, dan untuk sesaat itu menyuarakan dongeng Haiti lagi: “Gadis ini berteriak, ‘Sakit! Aku lapar!” Bisakah kaupercaya itu? Hanya di hati seorang anak menjerit bahwa dia lapar saat menjalani tes spina.”

Dongeng Haiti itu hanyalah satu dari sekian banyak dongeng luka dan kesedihan dalam perbendaharaan hidup Paul Farmer. Tumbuh besar dalam sebuah bus di tempat parkir umum, lalu di atas perahu yang dibeli Ayahnya di bursa rongsokan, Farmer menemukan panggilan jiwanya saat menempuh pendidikan di Harvard Medical School memberikan pertolongan kualitas nomor satu bagi mereka yang paling membutuhkan – kaum miskin. Read the rest of this entry

Perawan Dalam Cengkeraman Militer

Judul: Perawan Dalam Cengkeraman Militer
ISBN / EAN: 9789799023483 / 9789799023483
Pengarang: Pramoedya Ananta Toer, koesalah Soebagyo Toer,
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Halaman: 218

SINOPSIS:
Catatan Pramoedya Ananta Toer tentang derita gadis-gadis Indonesia yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang pada masa perang dunia.

RESENSI:

Sepucuk Surat Getir kepada Generasi Baru
oleh: Ruth Indiah Rahayu

Tak seorang pun yang dapat menolong mereka. Di sini pula mereka kehilangan segala-galanya: kehormatan, cita-cita, harga diri, hubungan dengan dunia luar, peradaban dan kebudayaan …suatu perampasan total. Kalimat yang dicuplik ini menggambarkan keadaan 228 perempuan muda dari Jawa yang diangkut kapal laut ke Pulau Buru. Mereka dibawa ke benteng bawah tanah yang terletak di Gunung Palamada dan menjalani kerja paksa sebagai budak seksual tentara Jepang selama Perang Asia Timur Raya. Dapat dibayangkan, para perempuan itu seperti daun sirih segar yang bakal dikunyah tandas oleh tentara itu. Mereka kemudian ditinggalkan seperti sampah dalam benteng ketika Jepang kalah. Sejak saat itu, perempuan-perempuan itu memasuki episode penderitaan berikutnya dalam rentang perjalanan yang tak pernah dipilihnya, hingga akhirnya mereka ditemukan oleh tahanan politik 1965-66, rekan-rekan sependeritaan sebagai orang yang dibuang. Read the rest of this entry

Panggil Aku Kartini Saja

Judul Buku: Panggil Aku Kartini Saja
Penulis: Pramoedya Ananata Toer
Penerbit: Lentera Dipantara, Jakarta
Cetakan: I, Juli 2003
Halaman: 301 halaman

SINOPSIS

Pada 1899 seorang perempuan Bumiputera menolak disapa Raden Ajeng. Sebagai putri bupati, ia sebenarnya berhak menerima penghormatan itu. Tapi ia menolak mentah-mentah. Di sepucuk suratnya, perempuan itu menulis: Panggil Aku Kartini saja, itulah namaku!

Pramoedya ingin mengingatkan bahwa kita pernah memiliki seorang perempuan pejuang yang dikepung berlapis-lapis kerterbatasan dan hambatan, tetapi justru memiliki cita-cita dan potensi yang jauh lebih besar dari yang pernah kita bayangkan. Read the rest of this entry

Arok Dedes

Arok Dedes

Judul: Arok Dedes
ISBN / EAN: 9789793820149 / 9789793820149
Pengarang: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara
Penerbitan: 17 April 2009
Halaman: 576

SINOPSIS

Arok Dedes menceritakan sejarah perlawanan dan pemberontakan Ken Arok terhadap pemerintahan akuwu Tumampel, Tunggul Ametung.
Dalam buku ini, Pram secara jelas mengungkap kondisi sosial politik pada masa itu. Novel ini mencoba memberikan suatu perspektif baru terhadap sejarah dengan menggambarkan Ken Arok bukan hanya seorang berandalan pemberontak ,seperti yang banyak dikatakan buku pelajaran sejarah, tetapi disini diceritakan bahwa Ken Arok adalah seorang pemimpin rakyat yang tidak puas dengan pemerintahan yang menindas.
Novel ini juga menggambarkan kondisi pemberontakan yang terjadi di dalam suatu negara atau kerajaan yang sarat dengan intrik politik.