Burung-Burung Manyar

Burung-Burung Manyar
Penulis : Y. B. Mangunwijaya
Penerbit : Djambatan
Tebal : 320 halaman
PRESTASI: Meraih SOUTH EAST ASIA WRITE AWARD 1983

SINOPSIS

Ditulis oleh Pastur karismatik YB. Mangunwijaya, Burung-burung Manyar adalah roman yang berkisah tentang kehidupan manusia yang terlibat dalam peperangan, baik fisik maupun batin. Telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, diantaranya Inggris dan Belanda, roman ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari para kritikus sastra, dan mengukuhkan Romo Mangun sebagai salah satu novelis Indonesia yang dikenang sepanjang masa. Di kancah internasional, novel ini memenangi penghargaan South East Asia Write Award 1983.

“Pengarang Burung-burung Manyar ini memperlihatkan pengetahuan dan pengalaman yang banyak serta pengetahuan tentang manusia yang mendalam. Nadanya di sana-sini humoristis, kadang-kadang tajam mengiris. Bahasanya segar dan gurih, ngelothok, kontemporer. Isinya penuh pengalaman dahsyat, keras dan kasar, namun juga romantik penuh kelembutan dan kemesraan.”—HB. Jassin, Paus Sastra Indonesia

“Sastra besar selalu menghimbau angan-angan kita untuk bergerak dengan leluasa di dalam ruang jagatnya. Untuk menemukan makna bagi kehidupan kita sendiri. Dan Burung-burung Manyar telah sanggup memberikan makna itu.”—Subagio Sastrowardoyo, sastrawan

“Gaya bercerita YB. Mangunwijaya sedemikian khas, bahasanya hidup dan mampu membawa pembaca ke alam pikiran sang tokoh. Lembaran sejarah dibuka kembali, dengan titik pandang yang hingga saat ini jarang ditemukan dalam sastra Indonesia…”—Marianne Katoppo, jurnalis, penulis.

“Dengan bahasa yang khas “mangun wijaya”, novel ini penuh kelucuan dan sarat sindiran. Mengungkap kepalsuan dan sekaligus jatidiri manusia, Burung-burung Manyar ini ditutup dengan kesimpulan yang kaya makna, yang tak layak dikemukakan lain daripada apa yang tertulis dalam bukunya.”—Parakitri T. Simbolon, penulis

About sulastama

Sulastama Raharja, Graduated from Geological Engineering, Gadjah Mada University. Development Geologist in Bekasap South AMT.

Posted on June 16, 2011, in Sastra, YB Mangunwijaya. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: