Monthly Archives: August 2011

Perubahan Sosial di Yogyakarta

Perubahan Sosial di Yogyakarta
Penulis : Selo Sumardjan
Cetakan : Januari 2009
Tebal : 544 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Deskripsi:
Buku ini adalah karya klasik dari Selo Soemardjan yang mendapat gelar sebagai “Ilmuwan Sosiologi Utama” di Indonesia. Ia mengupas perubahan sosial dan politik yang revolusioner di Yogyakarta akibat pergantian kekuasaan dari Pemerintah Hindia Belanda, kemudian Militeristik Jepang dan akhirnya Republik Indonesia. Sebagai karya yang ditulis oleh orang yang lahir, besar dan tinggal di Yogyakarta serta mengalami sendiri peristiwa-peristiwa itu membuat karyanya ini bukan saja menunjukkan sebuah kualitas kesarjanaan yang prima, tetapi juga perkisahan orang dalam yang piawai dan menukik bergaya tukang cerita (a storyteller). Secara jelas digambarkan perubahan yang berkenaan dengan administrasi pemerintahan, partai politik, pertanian-perkebunan rakyat, perkembangan teknologi, perkembangan pendidikan, kemunculan perusahaan asing dan akhirnya bagaimana semua itu merubah mentalitas masyarakat Yogyakarta dari introvert ke ekstropert, terutama sekali setelah kota kerajaan itu menjadi Ibukota Republik Indonesia pada 1946 – 1949.

“Buku memukau “Bapak Sosiologi” Indonesia yang melahirkan sejumlah hipotesa atau suatu ulasan teori yang bersifat umum tentang sifat perubahan sosial.” Harsya W. Bachtiar (Sosiolog)

Kehidupan Abadi Henrietta Lacks

Kehidupan Abadi Henrietta Lacks
ISBN : 9789792268478
Penulis : Rebecca Skloot, Henrietta Lacks,
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (Gramedia)
Tahun Terbit : 2011
Jumlah Halaman : Halaman
Bahasa : Indonesia

SINOPSIS
Sel-sel manusia abadi pertama, dengan nama HeLa, telah berbiak sampai berjumlah triliunan di laboratorium-laboratorium seluruh dunia selama lima dasawarsa lebih, memungkinkan penemuan vaksin polio, kemoterapi, dan banyak penemuan penting lain. Tapi dari mana asal sel-sel HeLa?

Jurnalis sains Rebecca Skloot menghabiskan 10 tahun bersusah-payah meneliti suatu kisah rumit, tragis, dan sangat membuka mata, kisah Henrietta Lacks, seorang perempuan Afrika-Amerika, ibu lima anak berumur 31 tahun yang mendatangi rumah sakit Johns Hopkins karena kanker rahim pada 1951, dan di sana sampel tumornya diambil tanpa sepengetahuan dia atau keluarganya. Henrietta meninggal dalam keadaan mengenaskan dan nyaris terlupakan, sementara sel-sel ajaibnya terus hidup, berkembangbiak segiat-giatnya. Read the rest of this entry