Korupsi

Judul: KORUPSI
Pengarang: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: NV Nusantara
Cetakan:  ke 2 tahun 1961
Hal: 156

Sinopsis:
Sumber: http://iekamazkia.blogspot.com/2012/01/sinopsis-cerpen-korupsi-pramoedya.html

Pada awalnya korupsi terpaksa dilakukan seorang pegawai kecil yang sudah tua bernama Bakir, yang hidup bersama istri yang bernama Mariam dan empat anaknya, Bakri, Bakar, Basir, dan Basiroh. Disebuah rumah, dengan beberapa kamarnya disewakan, gara-gara tekanan ekonomi dan inflasi, dan gaji yang kecil sudah tidak mampu membiayai hidup keluarganya. Kegelisahan terus membayanginya dan akhirnya terniatlah dalam hati, seperti sudah jamak dimasa ini korupsi. Korupsi seperti yang dilakukan lebih dulu oleh rekan-rekanya.
Niatan untuk berkorupsi itu mulai direncanakan. Pagi hari saat akan berangkat kerja, semangat begitu paras, tapi dalam pikiranya masih tidak mengijinkan dengan segera. Datanglah kau tekad Bakir berkata dalam hatinya untuk meyakinkan diri dan memulai semuanya. Ya lambat-lambat keyakinan itu datang, dan pikiran telah menyuruh untuk mengingat siapa sasaran pertama kali, dan terlintaslah nama Taoke orang yang menyewa sebagian rumahnya dan sekaligus orang yang sudah berkali-kali berusaha menyogoknya.Genderang perang dalam dada melantang, Bakir mulai berangkat bertempur. Di mulainya dengan mengambil dan menjual benda kantor seperti bungkusan kertas stensil dan dijualnya ketempat penjualan harta curian. Dan uang duapuluh ribu didapatnya.


Setelah melakukan itu hidupnya selalu diselimuti perasaan dan pikiran yang tidak tenang dalam batin. Sesampai dirumah dikasikanlah uang tadi kepada istrinya. Dari mana uang tadi didapatpun dipertanyakan. Dari sinilah kebohongan demi kebohongan di mulai, padahal dulu Bakir adalah seorang yang jujur dan tak pernah merahasiakan segala-galanya yang bertalian dengan rumah tangganya, termasuk perasaanya sendiri waktu menghadapi seorang wanita yang begitu cantik Sutijah
Saat itu Bakir dan istrinya jalan-jalan kepasar sore, Bakir meminta untuk dibelikan dasi dan semir untuk mendukung penampilanya dalam menjalankan aksinya. Perubahan banyak terjadi dalam diri Bakir, dan mata istrinya menyinarkan kecurigaan, dan terus saja istri membuat pertanyaan –pertanyaan seolah hendak mengorek seluruh apa yang ada dalam hati suaminya, sesampai dirumah istri mengeluarkan kalimat “Engkau mau korupsi !, tiba-tiba ia menuduh, Bakirpun tidak tahan lagi meladeni omonganya, dengan diam-diam dia pergi meninggalkan rumahnya.

Dengan uang pinjaman dari Sirad pembantu setianya, Bakir langsung pergi naik taksi ke kota pula Maria N.V Thiaw Lie Han dan melakukan transaksi bersama Taoke. Ternyata nyaman sekali dia sukses sebagai koruptor yang menikmati segala kemewahan.dengan apa yang di perolehnya terbesitlah dalam hatinya untuk mengawini Sutijah.

Setelah Bakir kembali pulang, Bakir semakin tidak tahan lagi dengan sikap istrinya yang terus mencurigainya, kemarahannya yang mula mengendap kini telah memuncak tanganya melayang dan menempeleng pipi istrinya dan Bakirpun pergi dari rumah dan tidak kembali lagi kerumah dan menginap dirumah Sutijah dan dalam kesempatan itu, Kehidupan baru di mulai Bakir mengajak kawin. Dan besoknya keinginannya selam ini untuk menikah dengan Sutijahpun terkabulkan.

Sudah lama ia tidak pergi ke kantor , dan saat ia kembali bekerja, Sirad pemuda yang sering dibantunya menanyakan akan keberadaanya selama satu minggu tidak masuk kerja dan ketidak pulanganya selama satu tahun, suasan di kantor tegang Bakir Mendengar tentang rencana menyusun untuk memberantas korupsi. Ancaman kehancuran datang, ia telah dicurigai korupsi,dengan melihat bukti rumah di Bogor, mobil dan hubunganya dengan perusahaan asing. Tetapi ia tetap saja tidak peduli dan melanjutkan kegiatanya dengan menemui perusahaan nasional untk mejalankan pekerjaanya sbagai koruptor. Disana dada Bakir berdentaman, kecurigaan soal hidup dan matinya, ia mendengar direktur perusahaan itu menelpon polisi, cepat-cepat Bakir mencari-cari akal untuk bisa segera melepaskan diri dari perangkapnya.

Bakir kembali ke rumahnya di Bogor, istana yang tidak memberi kedamaian batin. Malampun tidak memberi kenyamanan, tiba-tiba Bakir ingat istri dan anak-anaknya yang setia menemani dalam kesenangan dan kemiskinan,berbeda dengan Sutijah yang makin lama makin cantik itu pun tidak bias memberi kebahagiaan lagi, bahkan menjadi biang keladi perasaan duka dan kemuraman, Bakir telah melihat perubahan Sutijah yang bukan Sutijah yang dulu tapi dia tetap bertahan mengingat anaknya yang bernama Rahmah, meskipun Bakir dalam hatinya justru berkeyakinan bukan anaknya melainkan anak hasil hubungan Sutijah dengan laki-laki lain.
Sampai kejadian Sutijah yang sudah pergi berlibur ke Bali dan meninggalkan anknya berdua dengan Bapaknya selama 3 bulan dan meminta untuk dikirimi uang itu terjadi, Bakirpun pergi ke kantor pos mengirimkan uang yang dimintanya,saat itu Bakir merasa ada yang aneh dengan pegawai yang begitu lama dalam melayani, dan memang pegawai itu memang lambat, tanpa sepengetahuan Bakir pegawai tersebut telah memanggil polisi dan tanpa mengetahui duduk perkaranya bakirpun di tangkap, dan dimasukan kedalam penjara, tempat yang sudah selayaknya diterima bagi para koruptor..

Dan tiada diduga-duga istri dan keempat anaknya datang menjenguknya, termasuk juga Sirad ,mereka semua dating tanpa ada sedikitpun perasaan dendam, mereka datang untuk memberi semangat kepada Bakir. Dan dari situlah Bakir menyadari dan menyesal bahwa istri dan anaknyalah yang benar, dan ia telah menjadi korban hawa nafsunya.

About sulastama

Sulastama Raharja, Graduated from Geological Engineering, Gadjah Mada University. Development Geologist in Bekasap South AMT.

Posted on March 26, 2012, in FIKSI, Pramoedya Ananta Toer, Sastra and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. apakah ada yang jual buku ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: