Category Archives: NON FIKSI

Sugih Tanpa Banda

Judul: Sugih Tanpa Banda
Penulis: Umar Kayam
Kategori: Esai
Thn Terbit: 1995
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9794443085
Cover: Soft Cover
Halaman: 428
Dimensi(LxP): 21X14

Sinopsis:Ini adalah buku kedua Mangan Ora Mangan Kumpul, Sketsa-sketsa Umar Kayam. Buku ini masih lincah meloncat dari satu tema ke tema lain tanpa meninggalkan gaya penulisannya yang kenyal dan segar-menggelitik. Konsisten dengan warna lokal yang Jawa pekat, ia tidak sampai tergelincir pada kepicikan sikap primordial.

Kumpulan tulisan Kayam yang sarat kritik social ini secara keseluruhan tampak sebagai ironi ia menampilkan masalah, menyindirnya dan sekaligus menyindir semua pihak yang membicarakan maupun yang mencoba memecahkannya. Namun kemudian tidak menjadi liar, tidak asal

Advertisements

Markesot Bertutur

Judul: Markesot Bertutur
Penulis: Emha Ainun Nadjib
Kategori: Umum
Thn Terbit: 1994
Bahasa: Indonesia
Cover: Soft Cover
Halaman: 379

 

Satrio Piningit Ing Kampung Pingit

Judul: Satrio Piningit Ing Kampung Pingit
Penulis: Umar Kayam
Penerbit: Pustaka Utama Grafiti
Dimensi: 14,5 x 21cm, 448 hlm

Satrio Piningit Ing Kampung Pingit merupakan buku ke – 4 kumpulan kolom Umar Kayam dalam harian Kedaulatan Rakyat. Sebagaimana tiga buku terdahulu, SPKP juga mengangkat beraneka ragam topik, mulai dari persoalan rumah tangga sampai masalah – masalah yang sedang hangat di masyarakat.

Semuanya di kemas dalam latar budaya priyayi Jawa, dengan Pak Ageng sebagai tokoh utamanya. Kejelian Umar Kayam menangkap berbagai nuansa reformasi di Indonesia yang mulai meletup pada 1998 menambah daya tarik buku ini. Kekhawatiran akan dampak melonjaknya harga kertas, kreativitas rakyat kecil mencari sumber pendapatan dalam masa “Krismon”, kesulitan membedakan partai-partai politik yang lambangnya mirip, adalah beberapa diantara topik-topik seputar reformasi.

Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih

Judul Buku : Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih
Penulis : Umar Kayam
Pengantar : Mohamad Sobary
Penerbit : Grafiti, Jakarta, cet. 1, 1997
Tebal : 434 hlm.
Ukuran : 14,5 cm x 20,8 cm

Bagian ketiga dari kumpulan “Mangan Ora Mangan Kumpul”, esai-esai khas dan tipikal dari Umar Kayam, cendikiawan, cerpenis, dan budayawan terkemuka Indonesia.

Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855

Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855
Judul : Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855
Pengarang : Peter Carey
ISBN : 9789799103956
KPG : 901110489
Ukuran : 230 x 150 mm
Halaman : 892 halaman

Dalam kurun lebih dari dua dasawarsa (1808–1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintah kolonial baru didirikan—suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825–1830), perseteruan itu berakhir dengan kekalahan dan pengasingan Diponegoro. Pascaperang itulah lahir suatu zaman baru di Nusantara, zaman kolonial, yang berlangsung hingga pendudukan militer Jepang (1942–1945).

Pangeran Diponegoro (1785–1855), seorang mistikus, muslim yang saleh, dan pemimpin perang suci melawan Belanda antara tahun 1825 dan 1830, adalah pahlawan nasional tersohor dalam sejarah Indonesia. Meskipun demikian, sejauh ini belum ada biografi yang utuh tentang kehidupan sang Pangeran yang menggunakan sumber Belanda dan Jawa untuk melukiskan hidup pribadinya. Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855 adalah buku pertama yang menggunakan babad dan arsip kolonial Belanda dan Inggris sebagai tulang punggung.
 
Buku ini, yang disusun dalam kurun sekitar 30 tahun, bertutur tentang riwayat hidup Diponegoro dengan latar pergolakan akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, ketika kekuatan imperialisme baru Eropa melanda Nusantara seperti tsunami Asia. Dengan runtut dan rinci penulis mengungkap rahasia tokoh sejarah yang penuh teka-teki dan karisma itu: sosok yang mengakui kelemahannya sebagai penggemar perempuan, tapi juga gagah berani dan blak-blakan menghadapi kekejian kolonial—seorang pelopor
kemerdekaan yang penuh paradoks.
 
Gerakan Diponegoro, Gerakan Anak Muda
 
 Sonya Helen Sinombor | Robert Adhi Ksp Read the rest of this entry

Steve Jobs

Judu:l Steve Jobs
No. ISBN: 0019005466
Penulis: Walter Isaacson
Penerbit: Bentang Pustaka
Tanggal terbit: Oktober – 2011
Jumlah Halaman: 700
Jenis Cover: Soft Cover
Kategori: Biografi
Text Bahasa Indonesia

SINOPSIS BUKU – Steve Jobs

Ini adalah buku biografi eksklusif tentang Steve Jobs yang ditulis oleh pengarang buku biografi bestseller tentang Benjamin Franklin dan Albert Einstein.

Setelah melakukan wawancara lebih dari empat puluh kali dengan Jobs selama dua tahun, serta wawancara dengan lebih dari seratus anggota keluarga, sahabat, musuh, pesaing, dan kolega Jobs, Walter Isaacson menulis sebuah kisah memukau tentang tentang jatuh-bangunnya seorang pengusaha kreatif dan kepribadiannya yang menggugah dengan gairah akan kesempurnaan dan kontrol gila-gilaannya yang berhasil merevolusi enam industri: komputer pribadi, film animasi, musik, ponsel, computer tablet, dan penerbitan digital.

Read the rest of this entry

PERGOLAKAN PEMIKIRAN ISLAM Catatan Harian Ahmad Wahib

PERGOLAKAN PEMIKIRAN ISLAM Catatan Harian Ahmad Wahib

“PERGOLAKAN PEMIKIRAN ISLAM: CATATAN HARIAN AHMAD WAHIB”
Penulis : Djohan Effendi Ismed Natsir (Ed.)
Cetakan : ke-6, Tahun 2003
Halaman : 404 Halaman (Soft Cover)
Dimensi(LxP) : 17,5X11 cm, 345 gr

Cetusan-cetusan dari pergulatan pikiran itu tampak dan sangat mewarnai catan-catan hariannya. Karena itu tidak mengherankan apabila banyak hal-hal yang ditulisnya cukup membuat dahi kebanyakan orang mengkerut, lebih-lebih bagi mereka yang menganggap apa yang dipersoalkannya adalah soal-soal yang tabu dan final. Akan tetapi saya rasa, bagaimanapun keyakinan kita masing-masing, catatan harian almarhum Ahmad Wahib ini cukup mengsankan. Bahkan mungkin akan merangsang dan menggoda pikiran kita. Paling tidak, bisa memahami pergulatan pikiran seorang anak muda yang sedang mencari. Orang boleh seatuju atau menolak pikiran-pikiran almarhum Ahmad Wahib, tetapi ia yang berperwakan kecil, walau meninggal dalam usia yang masih muda, ternyata hidupnya atidak sia-sia. Dan bagi kawan-kawannya, catatan harian alamarhum ini merupakan warisan yang sangat berharga.

— (H.A Mukti Ali).

“Aku bukan nasionalis, bukan katolik, bukan sosialis. Aku bukan buddha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yang disebut muslim”. – Catatan Harian 9 Oktober 1969 – Read the rest of this entry

The Mountain Flora of Java

Steenis, Cornelis Gijsbert Gerrit Jan van
The mountain flora of Java. Containing 57 plates with pictures of 456 species of flowering plants native in the mountains of Java made from living specimens in colour by Amir Hamzah and Moehamad Toha … Selected, arranged, described and discussed by …
Leiden, E.J. Brill, 1972, pp. ix, 90, 57 fine colour-plates after paintings with several figures and descriptive text, 72 photo-plate illustrations and 26 text-illustrations, folio (280 x 390 mm), gilt cloth (tiny defect). Well produced work.

Book Description
The mountain flora of Java constitutes a unique natural heritage of Indonesia and indeed of the whole world. The most informative and most beautifully illustrated book ever written on this rich resource is doubtlessly “The Mountain Flora of Java” by C.G.G.J. van Steenis, with unsurpassed paintings of 456 flowering plant species by Amir Hamzah and Moehamad Toha. The first edition from 1972 was sold out fairly soon. Brill is therefore proud to publish this edition of this seminal work at this point in time. There are three very good reasons to reprint the “Mountain Flora” both in English and in the Indonesian language. First of all there is the importance of this flora for biodiversity conservation and sustainable use of the vulnerable montane ecosystems of Java. Secondly, the unique style and quality of the 456 plant portraits by Amir Hamzah and Moehamad Toha. Thirdly there is the science, explaining and interpreting

CATATAN SEORANG DEMONSTRAN

CATATAN SEORANG DEMONSTRAN
Oleh: Soe Hok Gie
Penerbit: LP3ES, Jakarta, 1993, 454 halaman.

Deskripsi;
‘Catatan Seorang Demonstran’ Sebuah buku tentang pergolakan pemikiran seorang pemuda, Soe Hok Gie. Dengan detail menunjukkan luasnya minat Gie, mulai dari persoalan sosial polotik Indonesia modern, hingga masalah kecil hubungan manusia dengan hewan peliharaan. Gie adalah seorang anak muda yang dengan setia mencatat perbincangan terbuka dengan dirinya sendiri, membawa kita pada berbagai kontradiksi dalam dirinya, dengan kekuatan bahasa yang mirip dengan saat membaca karya sastra Mochtar Lubis.

“Gie”, banyak menulis kritik-kritik yang keras di koran-koran, bahkan kadang dengan menyebut nama. Dia pernah mendapat surat kaleng yang memaki-maki dia ” Cina yang tidak tahu diri, sebaiknya pulang ke negerimu saja”. Ibunya pun sering khawatir karena langkah-langkah “Gie” hanya menambah musuh saja.

“Soe Hok Gie” bukanlah stereotipe tokoh panutan atau pahlawan yang kita kenal di negeri ini. Ia adalah pecinta kalangan yang terkalahkan dan mungkin ia ingin tetap bertahan menjadi pahlawan yang terkalahkan, dan ia mati muda.
Semangat yang pesimis namun indah tercermin dimasa-masa akhir hidup juga terekam dalam catatan hariannya : “Apakah kau masih disini sayangku, bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu.”

Resensi:
Cara melontarkan pikiran
Salim Said Read the rest of this entry

Harta bumi Indonesia: biografi J.A. Katili

Judul:  Harta bumi Indonesia: biografi J.A. Katili
Penulis:  Amanda Katili Ph.D dkk
ISBN: 9797598152, 9789797598150
Tebal: 421 halaman

Berguru pada pengalaman tokoh ilmu kebumian bagi masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia sungguh melimpah berkatnya. Keindahan dan kekayaan alam Nusantara begitu menyatu erat dengan pribadi dan keberhasilan J.A. Katili, 78 tahun menafasi hari-hari panjang hidupnya dengan mengembalikan energi positif untuk Tanah Air. Meski bermula dari manusia biasa, profil tokoh yang mumpuni dengan rendah hati tetap memaknai kesuksesannya kembali pada fitrah yang mempertanyakan, “Indonesia diberi Tuhan kekayaan begitu banyak, tetapi apa yang bisa saya lakukan?” Oleh karena itu, kaum muda Indonesia layak dan sepantasnya menggali kekayaan ilmu dan pengetahuan dari seorang tokoh nasional yang mumpuni.